BANYUWANGI – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempererat tali silaturahmi akademik, SD Mabadi’ul Ihsan dan MTs Mabadi’ul Ihsan melaksanakan kegiatan Kunjungan Antar-Lembaga. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pertukaran metode pembelajaran sekaligus pengenalan lingkungan pendidikan bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Sinergi dalam Satu Atap
Kegiatan yang berlangsung hangat ini mengusung tema “Membangun Jembatan Ilmu”. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kurikulum serta memberikan gambaran transisi pendidikan yang berkesinambungan dari jenjang Sekolah Dasar (SD) ke Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Poin Utama Kegiatan
Selama kunjungan, terdapat beberapa agenda krusial yang dilaksanakan, di antaranya:
Observasi Kelas (Peer Observation): Guru dari kedua lembaga saling berbagi teknik mengajar kreatif untuk menjaga minat belajar siswa.
Workshop Kurikulum: Diskusi mengenai integrasi nilai-nilai karakter khas Mabadi’ul Ihsan agar tetap terjaga dari jenjang dasar hingga menengah.
Tour Fasilitas: Siswa kelas akhir SD diajak mengenal laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penunjang di MTs untuk memotivasi mereka melanjutkan pendidikan.
Forum Diskusi Siswa: Sesi berbagi pengalaman antara kakak kelas di MTs dengan adik kelas di SD mengenai budaya belajar dan organisasi.
Dampak Positif bagi Siswa dan Guru
Kepala Sekolah menekankan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang suportif.
“Dengan adanya kunjungan ini, siswa SD tidak lagi merasa asing dengan jenjang selanjutnya, sementara para guru dapat saling belajar untuk menyempurnakan strategi pedagogik mereka,” ujar salah satu perwakilan lembaga.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lulusan SD Mabadi’ul Ihsan memiliki kesiapan mental dan akademis yang matang saat memasuki gerbang MTs, sehingga estafet pendidikan karakter dapat berjalan tanpa hambatan.
Menatap Masa Depan
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan kunjungan antar-lembaga sebagai agenda rutin tahunan. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa sinergi adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan berakhlakul karimah.