MELALUI KISAH INSPIRATIF MEMUPUK RASA CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD
Karangdoro, Kamis 27 Agustus 2026, 14 Rabiul Awal 1448 H. Dibulan yang mulia ini, seluruh umat Islam bersama-sama bersuka cita serta berbahagia dalam rangka merayakan bulan kelahiran sosok Baginda yang mulia nan agung Nabi Muhammad SAW. Beliau laksana lentera yang bersinar didalam kegelapan yang menuntun umat manusia keluar dari gelap-gulitanya Zaman Jahiliyah menuju cahaya Risalah Islam hingga sekarang. Sebagaimana dengan peringatan Maulid Nabi pada umumnya, Yayasan Pondok Pesantren Mabadi`ul Ihsan juga mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi bersama dengan masing-masing unit pesantren dan pendidikan yang ada dibawah naungannya.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini kiranya, terasa special bagi keluarga besar Mts Mabadi`ul Ihsan. Karena untuk kepanitian inti pelaksanaan, dari dewan guru dan tenaga kependidikan Mts Mabadi`ul Ihsan. Ustadzah Sri Niatus Sholehah, S.Pd., Gr. sebagai ketua pelaksana peringatan Maulid Nabi Yayasan Mabadi`ul Ihsan tahun ini. Ada beberapa guru dari unit pendidikan lain yang turut menjadi panitia didalamnya. Acara ini dilaksanakan setelah selesainya kegiatan belajar mengajar pukul 13.00, bertempat di aula lantai 4 Gedung Pendidikan Yayasan Mabadi`ul Ihsan. Acara ini diikuti oleh seluruh murid putra-putri dari masing-masing unit pendidikan, dewan guru beserta pimipinannya, pimpinan unit pendidikan dibawah naungan Yayasan Mabadi`ul Ihsan dan jajaran Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Mabadi`ul Ihsan.
Pengisi Muidhoh Hasanah/Muballigh, ialah beliau Ust Alil Wafa, M.Pd. Beliau merupakan sebagai Sekjen IASS Pusat, Ketua PP. HMASS dan Pembina Media Pondok Jawa Timur. Dalam penyampaian Muidhoh Hasanah beliau banyak membahas tentang cerita inspiratif yang bersumber dari keteladanan Nabi Muhammad SAW. Diantaranya cerita tentang terjadinya gerhana matahari yang bersamaan dengan wafatnya putra Rasulullah, amalan Rasulullah menyuapi pengemis buta yang dilanjutkan oleh Sahabat Abu Bakar dan cerita anak dari Sahabat Umar (Abu Syahmah) yang dihukum cambuk hingga ajal menjemputnya. Dari cerita-cerita diatas memiliki intisari, yakni pada sosok Rasulullah yang harus senantiasa kita tiru perangai dan perilakunya dalam berkehidupan sehari-hari, Serta sahabat-sahabtnya yang begitu gigih berpegang teguh dengan apa yang diajarkan beliau dan berusaha keras untuk senantiasa mengamalkannya.
Beliau juga menyampaikan pesan untuk para hadirin dan santri-santri untuk senantiasa menjaga marawah Islam melalui perilaku baik dan akhlakul karimah sehari-hari. Diakhir ceramah beliau juga menyampaikan salah satu hal yang tak kalah penting yakni “seseorang kelak akan dikumpulkan dengan orang-orang yang ia cintai”. Inti dari pesan diatas ialah untuk kita senantiasa mencintai Nabi Muhammad SAW, dengan harapan semoga kelak dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad di akhirat kelak. Ferdiansyah08/09/2026.