KIBARKAN SEMANGAT MERAH PUTIH DI UPACARA 17 AGUSTUS BERSAMA MTS MABADIUL IHSAN
(Karangdoro, 17 Agustus, 2026)
Upacara 17 Agustus? Apa aja sih yang dirasakan saat upacara 17 Agustus? Damai? Tenang? Atau justru, panas? Itu sih, wajar ya. Tapi, itu termasuk cara kita menghormati para pejuang yang sudah susah payah memerdekakan indonesia. Nah, Mts mabadiul ihsan juga mengikuti upacara 17 agustus yang diselenggarakan oleh yayasan Mabadiul ihsan-Daar al Ihsan loh! Sejak pukul 6 pagi, baik itu para guru, maupun murid, sudah siap dan berkumpul di lapangan Smkn 2 Tegalsari. Lengkap, rapi dan berseragam. Untuk kelas 7 dan 10 menggunakan seragam batik baru, dan untuk kelas 8, 9, 11, 12 menggunakan seragam hari senin. Para guru sendiri, juga menggunakan seragam hari senin mereka masing-masing.
Upacara pun, dimulai pada jam 7 pagi, dengan dimulainya pengibaran bendera merah putih yang diberlangsungkan dengan khidmat, lalu dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi, dan pembacaan teks pancasila. Upacara ini, selain dihadiri guru dan murid, juga dihadiri oleh para masyayikh, seperti, Abah Hj. Abdullah Azwar Anas beserta keluarga. Dan, tokoh tokoh lain, seperti pengasuh Ponpes Dalwa Pasuruan, Yaitu, Abuya Al Habib Zein Bin Hasan Baharun. Beliau banyak memberi saran-saran, motivasi dan juga penyemangat bagi para santri maupun siswa.
Menjelang akhir dan sebelum pembacaan doa. Abah Hj. Abdullah Azwar Anas menaiki altar / panggung. Beliau juga menambahkan beberapa ucapan - ucapan motivasi, dan beberapa pembelajaran tentang kehidupan masa kini. Nah, tapi.. sebelum upacara benar-benar berakhir, ada beberapa siswa yang juga menampilkan bakat mereka masing-masing! Ada 3 murid dari Smp Plus Cordova yang menampilkan puisi tentang kemerdekaan, dan Mts Mabadiul Ihsan juga mengeluarkan 1 murid untuk menampilkan seni pencak silat! Ada yang tahu siapa? Ya, Safanah Tuqaa Ghinaa dari kelas 8C! Safanah sendiri juga memang sudah menguasai pencak silat sejak SD, dan melanjutkan prestasinya di Mts Mabadiul Ihsan. Keren bukan?
Setelah upacara berakhir, para siswa-siswi dan para staf guru, dipersilahkan untuk bubar dari lokasi upacara, dan kembali ke asrama/rumah masing-masing. Beberapa pun ada yang kembali ke sekolah untuk mengambil konsumsi atau sekedar jajan. Selain menghadap kepada sang merah putih, upacara ini pun juga bisa membangkitkan semangat dan suatu bentuk penghormatan kita terhadap para pahlawan terdahulu.
(Nissa.18,9.2026)